Arsip untuk Januari, 2008

Dampak Pemanasan Global Mengerikan

           

 

 

VALENCIA, SENIN – Pemanasan global merupakan sesuatu yang tak terbantahkan lagi dan dapat menimbulkan dampak sangat mengerikan. Demikian salah satu pernyataan dalam laporan terakhir Panel PBB untuk Perubahan Iklim atau United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang diumumkan  di Valencia, Sabtu (19/11).

 

Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon menantang pemerintah negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan aksi nyata mengatasi ancaman tersebut. Ia mengajak para pengambil kebijakan untuk merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim di Bali yang akan digelar awal Desember 2007.”Sangat mendesak, usaha global harus dilakukan,” ujar Ban Ki-Moon, Sekretaris Jendral PBB. Ia berharap para pengambil kebijakan dari seluruh dunia dapat merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim yang akan digelar di Bali mulai 3 Desember 2007.

 

Mengerikan

Laporan tersebut menyebut manusia sebagai biang utama pemanasan global. Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir.

 

Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961.

 

Sekitar 20 hingga 30 persen spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5 derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies mungkin musnah. 

Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir dan rob. Di Eropa, kepuanahan spesies akan ekstensif. sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber air akan semakin tinggi.

 

Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Risiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat.

Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.

 

 

Sumber: AP

Penulis: Wah

 

Komentar (1)

TIPS CERDAS


 
Dari  orang yg paling cerdas teruntuk orang – orang yg kurang

cerdas dan  belum cerdas agar menjadi orang cerdas dan bisa membuat

orang cerdas  sehingga generasi kita cerdas dan bisa menjadi bangsa

yg cerdas…

 

   Ø         Percaya diri dong.. jangan malu – malu kucing, ntar

kuncingnya yg malu .. ^_^

   Ø         Optimis Dech..bahwa kamu tuh bisa segalanya.. “You

Can    if You Think You Can”

   Ø         Berfikir logis dan riil, bukan berfikir kaya udang

kepanasan.. ^_^

   Ø         Tahan hawa nafsu, kendalikan emosi..

   Ø         Berjiwa besar dalam segala situasi dan kondisi,

meskipun sampai syakaratul maut..

   Ø         Inisiatif tinggi dalam bersikap dan bergaul..

   Ø         Jangan simpan bakat dan potensimu dalam lubuk

hatimu..tapi tunjukkan dan kembangkan.. “Badilil juhdi lilwushuuli

ilal ghoyah.”

   Ø         Kreatif dan kreasi agar seperti Kiky Creative ^_^

   Ø         Mendengar ide dan gagasan orang lain, jangan tutup

dirimu untuk mendengar..

   Ø         Lakukan eksperimen, jangan pernah takut untuk tidak

sukses.. “Jarrib walaawid takun `aarifaan..”

   Ø         Dinamis dalam setiap langkah..

   Ø         Bersikap tenang walalupun di masa yang sangat kritis..

   Ø         Selalu tersenyum walaupun disaat yang pahit..

   Ø         Cintai semua yang baik, jangan benci dengan sesuatu

yang baik.. “al-Hubbu yashna`ul mu`jizah..”

   Ø         Jangan meremehkan sesuatu yang kecil, kecil itu bisa

menjadi besar..

   Ø         Intropeksi diri untuk menuju kebaikan..

   Ø         Makan secukupnya jangan sedikit nanti kurus dan jangan

banyak nanti gemuk.. ^_^

   Ø         Olah raga yang rajin dan bersemangat, hiduplah

bersemangat jangan loyo..

   Ø         Berusaha dan berjihad jangan pantang

menyerah.. “walaysa lilinsani illa maa yas`aa..”

   Ø         Goncangkan dunia dengan akhlak karimah.. Bersabarlah

karena sabar itu lebih manis dari pada donat di beri gula lima

karung sampur meses lima bungkus ditambah madu lima botol

^_^    “….as-Shobru kas-shobri murrun fii madzoqotihi.. lakinna

`awaaqibuhu ahlaa minal `osali..”

   Ø         Berjuanglah demi meraih kesuksesan, hidup adalah

perjuangan.. “qif duuna ro`yaka fil hayati mujaahidaan..fainnal

hayati `aqidatun wa jihaaduun..”

   Ø         Diam itu bijaksana tapi bukan berarti diam tanpa kata –

kata.. “Static Condation means Death..”

   Ø         Nikmati hidup ini dengan garis keindahan yang penuh

dengan syukur, dzikir dan do`a.. “at-thom`u bimaa `inda Allahi

yuhibbuka Allah..walaa tathma`u maa `inda-nnaasi yuhibbuka –

nnaasi..”

   Ø         Ikhlaslah dalam pemberian dan dlm hal apapun..Yakinlah

hanya Allah yg menilai & memberi.. “  Give more `n You will get

more”

   Ø         Bermanfaatlah bg org lain.. “  Khoirun Naas anfa`uhum

linnaas”

   Ø         Yakinlah do`a mengalahkan segalanya.. “ud`uunii

astajib lakum…”

   Ø         Optimis akan pertolongan Allah..

   Ø         Tawakkal, kita berusaha dan berdo`a, Allah menentukan

yang terbaik..

 

   (Kampung nan Damai, Darussalam `99)

Komentar (4)

Bersabarlah Saudaraku di Gaza…

Senin, 21 Jan 08 03:55 WIB

Hari-hari seperti ini. Lemparkanlah khayalan kita saat bersama ibu dan bapak. Isteri dan anak-anak. Di sebuah malam di bawah langit yang jernih. Saat kita semua ada dalam satu rumah. Tapi rumah kita itu, sudah tak lagi berpintu, dan tak mempunyai jendela. Tak ada air. Tak ada listrik..

Anak-anak kita menangis karena lapar dan dingin. Isteri kita juga begitu menderita karena sakit namun tak bisa membeli obat. Bukan hanya karena tak ada biaya untuk membelinya, tapi juga karena tak ada obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkannya. Orang tuamu, keduanya sudah renta dan ringkih. Juga tengah dililit lapar. Tubuh mereka sudah lemah dan penyakitnya kian hari terus bertambah.

Bayangkanlah diri kita dalam kondisi seperti ini. Tidak mempunyai uang untuk membeli makanan, dan obat. Lalu, ketika kondisi begitu mendesak kita pun keluar rumah untuk mencari pertolongan bersama anak dan orang tua. Kita berjalan kaki menembus dinginnya malam, menuju rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, engkau melihat pemandangan yang lebih mengiris hati. Karena ada ratusan orang yang sudah lebih dahulu tiba dan menanti pengobatan dari rumah sakit. Anak-anak, kaum perempuan, orang-orang tua. Mereka semuanya menunggu pengobatan. Tapi tak ada obat. Tidak ada sarana pengobatan, karena listrik sudah terputus dan mereka semua berada dalam gelap.

Saudaraku,

Inilah episode kepedihan yang sesungguhnya terjadi. Di Ghaza Palestina, yang telah diisolir secara keji oleh Israel selama lebih dari enam bulan. Inilah sebagian kecil pemandangan duka tentang kondisi masyarakat Muslim Ghaza. Padahal Allah swt befirman, “Dan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan itu satu sama lain saling bantu membantu. ” Padahal Allah swt berfirman, “Sesungguhnya kaum Mukminin itu saudara… “ Padahal, Rasulullah saw mengingatkan kita, “Perumpamaan kaum Mukmin dalam kasih sayang dan kecintaan antar mereka seperti satu tubuh. Bila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, niscaya akan sakit seluruh tubuhnya dan tidak dapat tidur. ”

Pemandangan duka yang terjadi di Palestina sesungguhnya mendobrak ingatan kita tentang kelalaian selama ini. Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina adalah kenyataan yang jelas tentang ketidakpedulian kita dengan kondisi saudara sesama Muslim di Palestina. Kita, mungkin ada yang termasuk dalam hadits Rasulullah saw, “tidak pernah memerah wajahnya karena marah” akibat penistaan yang dilakukan musuh-musuh Islam terhadap saudara-saudara Muslim. Kini, jumlah korban sudah mencapai angka ratusan orang. Dan sebagian besar mereka adalah para pasien yang sakit dan anak-anak!!

Saudaraku,

Israel telah kuasai 80% aliran listrik di Ghaza

Israel telah kuasai 100% air di Ghaza

Israel telah menguasai 70% bahan bakar di Ghaza…

Saudaraku, Ikhwanku,

Apa yang terjadi di Ghaza bukanlah isolasi, bukan pengepungan, bukan embargo. Tapi pembunuhan terhadap banyak orang yang lebih memilih hidup dengan harga diri dan kemuliaan. Yang dilakukan Israel adalah pembunuhan massal bagi orang-orang yang memilih Islam sebagai jalan hidup mereka..

Ikhwanku, umat Islam

Lebih dari satu juta orang Muslim hidup di Ghaza. Mereka semuanya menghadapi pembantaian massal itu. Kenapa? Karena mereka ingin Islam menjadi aturan pemerintah mereka. Karena mereka tidak memilih sistem sekuler. Karena mereka ingin hidup mulia dan merdeka bersama Islam. Karena mereka memilih melawan menghadapi para penjajah. Karena mereka mengatakan, “Kami akan memerangi kalian wahai Zionis Israel dengan semua tulang belulang kami. Dengan seluruh janin yang ada di rahim ibu-ibu kami. Dengan seluruh jiwa yang udara ini. Dengan seluruh tetes darah dan semua aliran nafas kami.. “

Saudaraku, Ikhwanku…

Saudara-saudara kita di Ghaza hidup dengan penderitaan yang begitu menyakitkan. Lihatlah bagaimana kondisi masyarakat yang tercekik oleh tingginya harga bahan makanan pokok yang menjadi kebutuhan mereka sehari-hari. Lihatlah bagaimana banyak orang yang usahanya bangkrut. Bayangkanlah bagaiamana masyarakat selalu dihantui rasa takut. Bagaimana masyarakat yang merasakan seluruh hidupnya adalah kepahitan belaka. Upaya mencari nafkah menjadi pahit. Hidupnya menjadi pahit. Keluar rumah melihat kepahitan. Di dalam rumah mendapatkan kepahitan. Tidurnya dalam kepahitan. Bangunnya dalam kepahitan. Melihat kepahitan di mata anak-anak mereka dan orang tua mereka. Hingga kepahitan dalam matanya sendiri.

Saudaraku yang kucinta karena Allah,

Terhentinya 4000 pabrik di Ghaza. Tutupnya 3000 usaha di Ghaza benar-benar membuat kehidupan menjadi lumpuh. Tak ada lagi aktifitas ekonomi di sana. Kecuali hanya pemberian dan tukar menukar barang. Anda memberinya minyak, lalu yang diberi memberikan Anda tepung. Anda memberikan tepung, lalu yang diberi memberikan Anda telur. Begitu dominasi kenyataan hidup mereka.

Air di Ghaza, sudah terkena wabah penyakit. Bagaimanakah kondisi mereka karena air adalah kebutuhan manusia untuk bisa bertahan hidup? Tapi mereka memang benar-benar nyaris tak punya pilihan saudaraku…

Lebih dari 70% keluarga di Ghaza hidup di bawah kemiskinan. Di manakah organisasi HAM? Yang selama ini begitu konsentrasi membantu banyak manusia di Afrika dan aktif berbicara tentang kemiskinan dan kelaparan? Hari ini, kemiskinan, dan kelaparan terjadi di Palestina. Di samping Israel yang mengaku demokratis dan mengklaim di hadapan negara Barat sebagai contoh negara yang demokratis. Di manakah demokrasi, di saat banyak orang memilih pemerintahan Islam?

Ikhwanku…

Lebih dari 65 ribu pemuda Ghaza sudah putus dari bekerja. Tidak ada pabrik dan tempat usaha tempat mereka bekerja. Lebih dari 80% penghasilan kebun menjadi murah karena harga turun drastis. Para petani di Ghaza, bekerja menyirami kebun, memelihara tanaman mereka, dari pagi hingga mentari terbenarm. Lalu, saat mereka panen, dikatakan bahwa hasil panen mereka tidak bisa dijual kecuali hanya 20% saja. Sisanya terbuang begitu saja.

Jalan-jalan diblokade. Jembatan ditutup. Masyarakat hidup dalam kerugian yang terus menerus. Sejumlah pengamat menduga bahwa Ghaza di ambang krisis ekonomi paling parah dan krisis kemanusiaan sekaligus. Karena kekurangan obat, karena kekurangan pangan, karena tingginya bahan makanan, karena mereka dilarang untuk mencari alternatif di luar Ghaza..

Ikhwanku, saudaraku,

Ada lebih dari 450 orang pasien kanker di Ghaza. Lebih dari 400 orang menderita gagal ginjal. Lebih dari 450 orang mengalami sakit jantung. Mereka kini terancam meninggal karena tidak adanya pengobatan yang layak untuk menolong mereka. Terlebih dari itu, mereka tidak boleh keluar dari “kerangkeng” Ghaza. Israel telah melarang lebih dari 300 ribu orang yang meminta untuk keluar Ghaza untuk keperluan pendidikan. Kenapa? Karena mereka khawatir bila kelak orang-orang Palestina itu kembali ke negaranya menjadi tokoh dan pakar yang mampu mengatur permasalahan negaranya. Israel ingin Palestina dipenuhi oleh orang-orang bodoh dan terbelakang. Agar Ghaza hanya menjadi tempat buruh yang siap dipekerjakan dengan menggantungkan diri pada pihak lain, penjajah Israel.

Yaa Allah… Yang Maha Pengasih. Kasihilah penduduk Ghaza.. Kasihilah anak-anak mereka yang masih menyusui. Kasihilah orang-orang tua mereka yang sudah renta. Kasihilah semua pejuang-Mu di Ghaza…

Saudaraku, Ikhwanku yang dikasihi Allah…

Dalam laporan NCRP Amerika yang berbasis di Washington disebutkan bahwa besar bantuan sosial tahun 1998 adalah 175 milyar dolar. Ada 44% dari angka tersebut dialirkan untuk mendukung gereja, proyek penyebaran agama Kristen, dan berbagai lembaga agama lain seperti Yahudi. Lihatlah, jumlah 44% itu hampir sama dengan 70 juta dolar. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa donatur-donatur besar itu berasal dari orang per orang, lembaga dan institusi. Khusus lembaga dan institusi, disebutkan menyumbang sekitar 27 milyar dollar. Itu laporan di tahun 1998.

Tahukah kita bahwa lebih dari 37600 situs internet adalah milik Institusi Yahudi yang didukung oleh dana bantuan hanya dari Amerika saja? Bayangkanlah apa yang diterima oleh Paus dan gereja Katholik di Roma. Vatikan seperti sudah maklum memiliki pesawat khusus. Kapal pesiar khusus. Bahkan pasukan khusus yang bisa dikatakan sebagai negara dalam negara di Italia.

Sabarlah wahai penduduk Ghaza…

Sabarlah wahai saudaraku di Palestina..

Sungguh meski mereka menentang dan memerangimu dengan segala cara

Meski mereka menghalangi obat, makanan dan air dari kalian

Tapi kalian takkan pernahy terkalahkan

Bersama kalian ada Yang Maha Kuat Yang Tak Mungkin Terkalahkan

Saudaraku, ikhwanku..

Apa yang bisa kita katakan untuk bencana seperti ini???

Saudaramu, Ikwan di Indonesia

“Allahummar zuqna syahadata fi sabiilik”

(M. Lili Nur Aulia)

Tinggalkan sebuah Komentar